Dalam melakukan transaksi jual beli perumahan, ada banyak hal yang harus dipelajari lebih dahulu. Beberapa hal tersebut adalah sistem jual beli, dokumen sertifikat, serta berbagai pertimbangan lain. Menjual atau membeli perumahan tidak seperti menjual atau membeli gadget. Dikarenakan harganya yang tidak murah, sistem penjualan atau pembelian yang digunakan juga berbeda. Setiap pengembang perumahan mempunyai sistem berbeda dalam menjual propertinya. Karenanya, pilih sistem yang tepat sesuai dengan kemampuan finansial.
Selain dari sistem jual beli yang diterapkan, ketahui juga bagaimana sistem pembayaran yang diterapkan pada perumahan tersebut. Dengan mengetahui hal ini, rencana pengeluaran dapat diatur jauh-jauh hari. Pada tipe perumahan, sistem pembayaran merupakan bagian penting dalam proses jual beli. Sistem ini memberikan keuntungan tersendiri bagi pihak pembeli jika menggunakan sistem angsuran. Beberapa sistem jual beli yang sering dipakai adalah penjualan tunai, KPR/KPA, sewa dan cicilan tunai.
Penjualan tunai
Sistem seperti ini paling banyak diterapkan dalam jual beli bangunan yang sudah siap huni. Mekanismenya, pembeli akan membayar dengan cara langsung melunasi harga hunian. Tentunya ditambah dengan biaya lain seperti administrasi, pajak, dan biaya lainnya. Sayangnya, sistem seperti ini sekarang sudah jarang digunakan karena rentan terkait dengan kasus hukum.
KPR/KPA
Kredit kepemilikan hunian saat ini menjadi sistem jual beli yang paling banyak digunakan. Sistem ini menawarkan beberapa keunggulan baik untuk pembeli perumahan maupun pengembang perumahan. Dari sisi pembeli, kredit dapat membantu mendapatkan rumah dengan biaya terjangkau. Sedangkan dari sisi pengembang, kredit merupakan langkah mengelola finansial perusahaan mereka.
Sewa
Terkadang, menyewa hunian adalah langkah yang harus diambil ketika tidak mempunyai modal untuk membeli hunian. Kebanyakan sistem sewa diterapkan pada pusat perbelanjaan dan gedung perkantoran terutama di kota besar. Besaran uang sewa biasanya bergantung pada lokasi yang disewa dan kebijakan pemilik gedung. Umumnya, biaya sewa akan dihitung per-meter per-bulan.
Cicilan tunai
Pada dasarnya, sistem cicilan tunai sedikit lebih mirip dengan kredit kepemilikan rumah. Bedanya, baik KPR/KPA umumnya digunakan pada bangunan yang sudah jadi, sedangkan pada cicilan tunai pembeli akan harus menyicil harga beli bangunan dari ketika mulai akan dibangun hingga bangunan sudah jadi. Kekurangannya, jangka waktu cicilan biasanya hanya satu tahun atau bahkan kurang.