Diantara semua jenis investasi yang ada, investasi rumah merupakan investasi yang paling menawarkan keuntungan. Hal ini dikarenakan lahan kosong yang tersisa akan semakin berkurang setiap tahunnya. Selain harganya yang cenderung stabil, investasi rumah juga sangat minim resiko. Maka tidak heran jika perumahan sekarang beralih menjadi lahan investasi bagi para pemilik modal. Bisnis perumahan yang semakin maju dapat terlihat dari semakin banyaknya hunian baru yang dibangun.
Tempat tinggal menjadi salah satu kebutuhan pokok yang harus dipenuhi oleh setiap keluarga. Atas dasar hal inilah semua yang berkaitan dengan rumah tidak akan sepi peminat. Dengan jumlah permintaan setiap tahun yang cenderung meningkat, investasi perumahan menjadi salah satu ladang bisnis yang paling menjanjikan. Meskipun dari segi biaya produksi juga mahal, namun keuntungan yang dihasilkan juga akan sepadan. Yang penting, pahami dulu resiko dan jenis asuransi yang berlaku di Indonesia. Meskipun demikian, ada baiknya jika terlebih dulu mempelajari kelebihan dan kekurangan dari investasi perumahan.
Kelebihan investasi perumahan
Ada banyak kelebihan yang bisa didapatkan dari investasi bidang perumahan. Kelebihan utama adalah harganya yang stabil tanpa terikat dengan keadaan ekonomi. Selain itu, harga setiap unit rumah juga cenderung mengalami peningkatan setiap tahunnya. Maka tidak salah jika investasi bidang perumahan mempunyai daya tarik tersendiri dalam dunia bisnis. Agar lebih jelasnya, simak beberapa kelebihan investasi pada bidang perumahan.
- Lebih mudah diperjual-belikan daripada hunian tipe lain
- Dapat menjadi syarat agunan pinjaman bank
- Peningkatan harga lebih baik daripada jenis hunian lain
- Dapat disewakan atau dikontrakkan
Kekurangan investasi perumahan
Meskipun menawarkan banyak keuntungan, namun investasi perumahan juga mempunyai kekurangan. Kurang lebih sama dengan jenis investasi sektor lain, setiap investasi pastinya memiliki tingkat resiko sendiri. Resiko terburuk tentunya bangunan mangkrak atau gagal. Bayangkan berapa kerugian jika hal seperti ini terjadi. Meskipun harga tanahnya tetap stabil, namun kegagalan akibat bangunan yang tidak selesai tidak bisa dibilang murah. Inilah beberapa kekurangan investasi bidang perumahan.
- Bangunan di atas lahan mengalami susut 10% tiap tahun
- Hunian harus selalu direnovasi agar harga stabil
- Harus mengikuti asuransi rumah
- Membayar biaya keamanan dan kebersihan