Layaknya teras pada rumah minimalis, balkon juga mempunyai fungsi yang hampir sama. Baik teras rumah maupun balkon biasanya berfungsi sebagai tempat beristirahat atau bahkan ruang tamu. Pemanfaatan balkon sepenuhnya tergantung dari desain rumah tersebut. Bagi rumah minimalis, adanya balkon tentu akan memberikan sisi lain untuk mendapatkan suasana santai. Agar tidak salah paham, ada perbedaan mendasar dari teras rumah dan balkon. Bahkan balkon juga dapat dipadukan dengan kreasi kolam ikan mini pada rumah.
Perbedaan utama dari balkon dan teras yaitu terletak pada lokasinya. Teras rumah biasanya berlokasi di depan rumah, sedangkan balkon berada di atas rumah. Balkon merupakan teras rumah namun yang terdapat di atas bangunan. Balkon umumnya dibuat secara tidak sengaja, biasanya hanya digunakan untuk mengisi ruang yang kosong. Namun jika ingin membuat balkon rumah minimalis sedari awal, tidak ada salahnya jika mempertimbangkan berbagai kemungkinan. Misalnya fungsi balkon, desain balkon, furniture yang sesuai, dan berbagai pertimbangan lainnya.
Kiat sebelum membuat balkon untuk rumah minimalis:
- Desain bangunan
Hal pertama yang harus dipikirkan sebelum membangun sebuah balkon adalah mengetahui kondisi lingkungan tempat tinggal. Sebagai contoh, jika rumah hunian berlokasi di daerah padat perumahan, maka pembuatan balkon akan jadi percuma. Dan jika ternyata lingkungan mendukung adanya balkon, seperti adanya pemandangan, maka langkah selanjutnya adalah menyesuaikan desain balkon dengan desain bangunan.
- Ukuran proporsional
Setelah memperhitungkan ketersediaan ruang kosong yang ada, maka langkah selanjutnya yaitu menentukan ukuran balkon. Ruang kosong pada atas rumah harus diidentifikasi terlebih dahulu berapa lebar dan luasnya. Menentukan ukuran balkon harus dilakukan dengan seksama. Jika ukuran balkon sangat besar, maka pikirkan juga tentang jenis furniture apa yang cocok diterapkan. Usahakan ukuran balkon selalu selaras dengan desain bangunan.
- Cahaya matahari
Sebelum membuat balkon, sebaiknya juga mempertimbangkan arah sinar matahari. Setiap hari, matahari selalu bergerak dari timur ke barat. Dengan keadaan yang seperti ini, sebaiknya balkon tidak dibuat searah pergerakan matahari karena akan menyebabkan cahaya matahari yang masuk terlalu banyak. Hasilnya, balkon justru menjadi terasa panas. Namun jika ruang kosong yang tersedia searah dengan matahari, gunakan pelindung berupa teritisan.
- Sirkulasi udara
Kualitas udara yang baik akan memberikan efek kesegaran tersendiri pada penghuni rumah. Sirkulasi udara bisa didapatkan melalui jendela dan pintu yang tertata, begitupun dengan balkon rumah. Balkon rumah juga mempunyai manfaat sebagai alat sirkulasi udara untuk bagian atas rumah. Pada rumah minimalis, keberadaan jendela biasanya sangat terbatas. Padahal jendela merupakan tempat sirkulasi udara. Keberadaan balkon akan menyelesaikan masalah ini.
- Hindari polusi
Ada banyak jenis polusi dalam sehari-hari, mulai dari polusi udara, polusi suara, polusi debu, dan lainnya. Lokasi rumah yang berada di pinggir jalan raya pasti akan terkena imbasnya. Arah balkon yang tidak benar justru akan menimbulkan penghuni rumah terkena berbagai polusi tersebut. Jika posisi rumah berada di pinggir jalan, arah balkon hendaknya dibuat sebisa mungkin tidak berhadapan langsung dengan sumber polusi.