Memilih Atap Rumah yang Sesuai Kondisi

Memilih Atap Rumah yang Sesuai KondisiSetiap orang yang ingin membangun rumah pastinya mempunyai kecenderungan tertentu terhadap pemilihan jenis atap rumah yang diinginkan. Berbagai tipe kemudian dipilih meskipun terkadang tidak tepat dengan kondisi sekitar. Pemilihan atap rumah yang tidak tepat kondisi sebenarnya dapat mengakibatkan plafon rumah jamuran. Agar tidak terjadi keadaan seperti ini, memilih atap rumah yang sesuai kondisi harus melibatkan pertimbangan yang matang.

Tidak semua jenis atap dapat diterapkan pada rumah yang berada di daerah tropis. Rumah dengan atap kayu misalnya, penerapannya jelas dinilai tidak tepat dengan cuaca tropis. Hembusan angin tropis dan hujan dapat menjadi kendala utama pada rumah yang beratap kayu. Maka jangan heran jika kebanyakan rumah di Indonesia lebih banyak menerapkan atap genteng karena sudah terbukti dalam berbagai cuaca. Sedangkan pada daerah subtropis, atap genteng tidak akan sesuai.

Cara memilih atap rumah yang sesuai kondisi

Dalam memilih atap rumah, berbagai hal harus dipertimbangkan, baik itu dari segi cuaca ataupun umur pakai atap tersebut. Akan lebih aman jika atap yang digunakan berbahan genteng maupun esbes. Kedua bahan tersebut sudah teruji pada iklim Indonesia yang bercuaca tropis. Selain itu, ilmu kontruksi masyarakat Indonesia juga lebih familiar dengan atap genteng jika dibanding dengan jenis atap lain.

  • Harga bahan

Memilih atap rumah yang sesuai kondisi tentunya harus mempertimbangkan harga materialnya. Justru, kebanyakan masyarakat Indonesia lebih mempertimbangkan harga daripada kualitas dari atap tersebut. Pertimbangan seperti seharusnya tidak tepat. Hal ini dikarenakan bahan yang berharga murah pastinya mempunyai kualitas tidak bagus. Imbasnya, atap rumah cepat rusak dan maka pakai yang hanya sebentar sehingga harus lebih sering diganti.

  • Masa pakai

Atap rumah yang bermutu tinggi pastinya akan terjaga keawetannya. Hasilnya, tidak banyak perawatan yang diperlukan sehingga pengeluaran dapat diminimalisir. Salah satu jenis atap rumah yang sedang banyak diminati yaitu genteng fiber semen. Genteng ini dinilai lebih kuat dan tahan lama sehingga mempunyai umur pakai yang lama dibanding genteng tanah. Selain itu, genteng fiber semen lebih bagus dalam mengalirkan air ke bawah.

  • Proses intalasi

Kebanyakan ilmu kontruksi yang diterapkan di Indonesia masih sedikit tertinggal. Dalam hal ini, pemilihan atap rumah berjenis genteng lebih dianjurkan daripada atap berbahan lain. Tukang di Indonesia umumnya hanya menerapkan genteng sebagai atap rumah. Jika atap yang digunakan berbahan kayu, pastinya pemasangan akan lebih sulit. Selain itu, kedepannya jika ada kerusakan pada salah satu kayu maka akan sulit untuk memperbaiki karena tidak semua orang tahu.

  • Iklim cuaca

Pertimbangan utama dalam memilih atap rumah yang sesuai kondisi tentunya berdasarkan cuaca. Pada daerah yang tidak terlalu banyak hujan, atap rumah bisa saja terbuat dari apa saja, misalnya bambu, kayu, ilalang, dan lainnya. Sedangkan pada kondisi dengan curah hujan tinggi, atap rumah berbahan esbes berkualitas tinggi atau genteng fiber semen akan lebih baik. Namun untuk mempermudah perawatan, atap genteng tetap menjadi pilihan utama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *